Jumat yang Deras

 


Sama seperti kemarin, hari Jumat ini hujan deras kembali mengguyur kota. Beberapa hari sebelumnya, gue sangat menantikan hari ini. Entah kenapa euphoria itu muncul lagi. Bingung memilih pakaian yang pas dan nyaman. Bingung menunjukkan ekspresi apa nanti. 

Kenapa bisa begitu?

Sudah lama kita tidak bersua. Sudah lama kita tidak bersapa. Sudah lama pula kita tidak berbagi cerita. Melalui benda pipih ini, akhirnya gue bisa tau progress lo. Dengan segala keberanian dan mengesampingkan gengsi yang sangat melekat di tubuh seorang perempuan, gue bersapa lagi di aplikasi hijau kebanggaan semua orang.

Memang sudah lama sekali. Sampai rasanya untuk menganggap semuanya lama saja, gue butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa terbiasa hilang. Gue sadar ini semua salah. Tapi tidak semuanya yang sudah terjadi ini salah gue.

Semuanya salah lo!

Kenapa lo harus ngehubungi gue waktu itu?

Kenapa lo pake datang ke acara itu?

Kenapa lo harus muncul di hidup gue?

Tidak sadarkah lo, kalo semua yang lo lakukan itu buat hidup gue yang awalnya berwarna kembali, sekarang kembali monokrom. Sejujurnya gue senang dengan semua itu. Gue senang karena lo ngajak main gue yang notabene orang ansos introvert yang susah akrab sama orang lain. Gue seneng kita bisa berbagi cerita. Gue seneng akhirnya gue bisa dapt figur kakak yang selama ini gue idam-idamkan. 

Tapi semua itu seperti pasang surut air laut. Terkadang lo memasang badan lo untuk ada disaat lo mau gue. Dan terkadang lo menghilang disaat lo tidak mau gue.

Gue nangis lagi. Entah sudah berapa kali gue selalu nangis kalo mengingat semua itu. 

Hidup gue sudah hancur dengan keluarga. Dan sekarang karena lo, hidup gue jadi makin hancur. Rasa hampa ini kian mendarah daging. Sudah cukup kita mengenal. Sudah cukup kita bertemu. Sudah cukup gue nangis tidak jelas karena lo. 

Disini gue tetap berdoa semoga lo selalu diberi kemudahan atas segala urusan lo. Dan gue pun berdoa untuk diri gue sendiri agar selalu diberi kebahagiaan sampai kembali menemukan warna dalam hidup. 

Lo akan berjalan di jalan lo sendiri.

Gue akan berjalan di jalan gue sendiri.

Dan tentunya jalan dan arah yang berbeda.

Terima kasih atas segalanya. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi.

Komentar